Hi, it's Tang! I'm in the middle of something + mom of two adorable kids. This is just a sporadic stories to preserve my thoughts and feeling on life in general. You may also find me on IG @roebyn. Nice to have you around. Enjoy.
Dulu, Bisik kita saling adu. Senyumku tersirat dalam lembar-lembar senyummu Dan wajah kita saling melekat. Kala itu, meski dunia gelap, hati kerap gembira Dulu, Petik gitarmu teduhkan hariku. Dan aku menjadi manusia yang berbeda, menyelaras dalam nada tinggi dan rendah. Bersanding tanpa suara, percaya dalam bisu Tak lama cemasku meronta-ronta, tak hanya pada kulit-kulit jendela dan daun pintu. Atap merubuh, merongrong melucuti. Ketika kau bersama desiran angin, terbawa arus bersama buih, terkulai mati
bolehkah aku mampir ke hatimu? inginku memilah apapun yang tercampur di dalamnya sebab antara rasa dan logikamu telah tumpang dan tindih agar kau tahu, mencintainya sedalam itu sungguh tak diterima akalku, dan (semoga) jua akalmu ijinkanlah aku menelusuri kusutnya batinmu melihat dengan mata hatiku, kepada siapa detak jantungmu itu hidup sebab sementara kau memelukku, aku masih dapat mendengar bibirmu menyebut namanya kekasih, apakah kau sudah gila? atau aku yang tak tau diri? bisakah kau tanggalkan saja jubah tua itu? jubah yang sumpah demi tuhan aku jijik melihatnya.. jubah yang aku tahu disematkannya pada pundak gagahmu malam itu, yang lalu kau mengecupnya tanpa cemas, tanpa takut, tanpa bersalah, ada aku yang menunggumu pulang.. mampukah aku oh langit dan bumi, membuka tabir hati yang sedih kelam terjerembab ini sebab kekasihku yang mengasihinya tanpa ada batas waktu itu, membiarkan aku pergi dalam patahnya hati
Adakah musim akan menunggu? Badai menjadi tamu walau tak kubuka kunci pintu Aku tak pernah siap akan pengulangan hari dan waktu Sia-sia saja jika kau ingin membantu (getir tersenyum) Tak ada dalam pelukmu membuat aku sering terjaga, kita sedang menua seperti ranting kering nan remuk patah Tergelitik ingin redakan bisu yang tak terucap apa adanya: sayang, bara kita tlah padam Mimpiku semalam berbantah pada awan hitam, suratan takdir akan terus tergerus tanpa aku harus paham Tak perlu kau urus cerita lampau yang terlewati bersama Kitalah mahluk dekat yang jauh dan tak akan bersinggungan Kurun waktu pendek-pendek terputus buatku tersadar Aku bukan perempuan dalam dekapan
Comments