Posts

Showing posts with the label release

Tanpa Batas Waktu

Image
bolehkah aku mampir ke hatimu? inginku memilah apapun yang tercampur di dalamnya sebab antara rasa dan logikamu telah tumpang dan tindih agar kau tahu, mencintainya sedalam itu sungguh tak diterima akalku, dan (semoga) jua akalmu ijinkanlah aku menelusuri kusutnya batinmu melihat dengan mata hatiku, kepada siapa detak jantungmu itu hidup sebab sementara kau memelukku, aku masih dapat mendengar bibirmu menyebut namanya kekasih, apakah kau sudah gila? atau aku yang tak tau diri? bisakah kau tanggalkan saja jubah tua itu? jubah yang sumpah demi tuhan aku jijik melihatnya.. jubah yang aku tahu disematkannya pada pundak gagahmu malam itu, yang lalu kau mengecupnya tanpa cemas, tanpa takut, tanpa bersalah, ada aku yang menunggumu pulang.. mampukah aku oh langit dan bumi, membuka tabir hati yang sedih kelam terjerembab ini sebab kekasihku yang mengasihinya tanpa ada batas waktu itu,  membiarkan aku pergi dalam patahnya hati

--Ikut

Image
Untuk siapa dan kemana, untuk semua dia yang jauh. Remah rasa ini terseret pada langkah dimana, tiada seorangpun yang tau. Fakir diri ini pada hardikmu, o sungguh, kau menghilang tiada rupa. Kau, musnah, tiada pernah ada. Iyakah? Lantas siapa itu, yang tersenyum di balik hujan, memandangku tanpa bayang.. Ah. Kau, sungguh, ragaku ikut mati bersama wafatmu

A.s.a

Image
Antrian imigrasi dan klaim bagasi yang terasa berat dan lamban hampir saja membuatku meledak. Penerbangan dua puluh dua jam Los Angeles-Jakarta kali ini bukanlah sebuah perjalanan yang mudah. Meski begitu, aku terus bergegas menarik  trolley  menerobos kerumunan menuju halte. Bila sesuai jadwal, bus malam terakhir akan tiba hanya dalam beberapa menit lagi saja. Deru hujan berpacu bersama resahku menunggu, sementara tenggorokan tercekat mulai terasa kering. Sesekali aku menepuk jaket yang basah dan merapihkan tali sepatu yang terlepas. Sepuluh menit kemudian, bus melaju sesaat setelah aku melompat masuk ke dalamnya. Lampu kota berpendar pecah dari balik jendela. Aku memandang jauh pada siluet cahaya gedung-gedung tinggi yang mungkin tidak akan pernah padam, pejuang kehidupan menjaminkan apapun untuk melukis cerita klasik di dalam sana, meski hitam dan putih, walau ragu dan bias adalah sisi yang justru akan terabadikan selamanya. Dan aku ingat wajah-wajah lelah yang juga malam ...

Masih Saja

Image
Lenganku menggapai-gapai Tuk segala yang tak tercapai Pikirku mencari-cari Tuk semua yang menjauh, pergi Kakiku melangkah lamat Untuk berlari mundur Kalah ... Jika aku bukan jawaban lantas kau siapa yang masih saja berlari dalam gamang sisa rasa ...  Harapku melayang pada ruang kita waktu tak banyak, kala melenyap .. dan sejarah kita menguap tertinggal

Lelakiku

Image
… dan malam itu bulan bercerita pada bintang tentangku gegap gempita mereka menerangiku dengan senyum yang seindah surga /sebab mereka tahu baru saja kukatakan cinta padanya, pada lelaki pujaan hatiku/ dan pagi itu matahari bersabda pada awan tentangku sekonyog-konyong mereka mencerahkan hariku sebaik-baiknya taman firdaus /sebab mereka tahu baru saja kukecup mesra pangeranku, lelaki pemilik hatiku/ dan malam itu hujan sampaikan duka pada gemuruh tidak terbendung mereka berkain hitam berselubung air mata /sebab baru saja kuhantarkan dia, pada pusara kekalnya, lelaki kekasih jiwaku yang membawa separuh nafasku ikut dalam mati/ …

Let it go

Image
I t's just that i have to let it go for no reason No matter how hard it is No matter how hard it is ... *Dont worry about the things, let God do something.   Jakarta, be free!

if i stay,

Image
..would you please stop the time so i'm sailing to catch you. ..can you please hear me through the darkness, so my whisper could fly to the moon   and save us. will you be home than kiss me, -Jakarta, with the storm.