Posts

Showing posts with the label chasing time

Selamanya Kan Begitu

Image
Jika saja kugagal teruskan cerita ini, biarlah kumenjelma sebagai nafas pagi dan malammu Agar resah dan segala pekat niscaya jadi terang di sepanjang jalan tak berujung yang berdebu Jika saja kuterkagum pada caramu melukis dunia, biarlah kusihir sebongkah jujur kau ucap di akhir pengakuan Sehingga langkah lelah berdahaga kelak terpatri pada absahmu di dalam sukma Jika saja kulupa apa rasanya bersisihan denganmu, biarlah denting yang serak terkoyak ini mengganti sadarmu di semua bangun dari lelap Lalu sunyi yang turun-temurun menjadi hingar dan bingar yang mengalun syahdu seketika Walau hitam dan putih adalah mimpi kita, ikhlaskan ia menjadi ujung dari segala kumparan warna, yang tak lekang meski dipaksa, yang tak pernah usai sebagai materai mantra Aku akan menghantuimu, selamanya kan begitu 

Cemas

Image
Dulu, Bisik kita saling adu. Senyumku tersirat dalam lembar-lembar senyummu Dan wajah kita saling melekat. Kala itu, meski dunia gelap, hati kerap gembira Dulu, Petik gitarmu teduhkan hariku. Dan aku menjadi manusia yang berbeda, menyelaras dalam nada tinggi dan rendah. Bersanding tanpa suara, percaya dalam bisu Tak lama cemasku meronta-ronta, tak hanya pada kulit-kulit jendela dan daun pintu.  Atap merubuh, merongrong melucuti. Ketika kau bersama desiran angin, terbawa arus bersama buih, terkulai mati

Perempuan Dalam Dekapan

Image
Adakah musim akan menunggu? Badai menjadi tamu walau tak kubuka kunci pintu Aku tak pernah siap akan pengulangan hari dan waktu Sia-sia saja jika kau ingin membantu  (getir tersenyum) Tak ada dalam pelukmu membuat aku sering terjaga,  kita sedang menua seperti ranting kering nan remuk patah Tergelitik ingin redakan bisu yang tak terucap apa adanya:  sayang, bara kita tlah padam Mimpiku semalam berbantah pada awan hitam,  suratan takdir akan terus tergerus tanpa aku harus paham Tak perlu kau urus cerita lampau yang terlewati bersama Kitalah mahluk dekat yang jauh dan tak akan bersinggungan  Kurun waktu pendek-pendek terputus buatku tersadar Aku bukan perempuan dalam dekapan

Pulang

Image
Perjalanan ini akan terasa panjang dengan ujung-ujung malamnya yang hitam Pendar lampu hanya menyuguhkan sepintas bayang untuk kemudian lenyap Perseteruan kita masih lekat mengikuti putaran laju mesinku Berat nafas masih juga dihantui amarah dan senggukmu yang rapuh Sayangnya seluruh liku perjalanan ini adalah pantulan jati dirimu  Bergelayut manja kau memintaku waktu itu “mari pulang melalui hutan..” namun sesudahnya kau lebih memilih pergi dalam murung diam bersama sepi Langkah-langkah perjalananku selanjutnya mengikuti jejak yang pernah kau tinggalkan Ada sisa harummu yang kuhirup dari lambaian ilalang-ilalang muda itu Dan ternyata hatiku merindu biru.  ...sungguh. Walau ego masih tak ingin kembali, pun tak mau juga kau kembali  Ah! Kaliandra, Malang

/talk with me.

Image
Duduklah,  pasti kau capai melewati gunung itu. Di gubukku ini hanya ada aku. semoga sepi membuatmu nyaman. Maaf atas bau tanahnya, ku tak punya cukup pundi-pundi tuk mengubinkan. Aku perempuan, cermin di sudut ruang adalah tempatku biasa berhias. Tak ada pewarna bibir, karna kuyakin ia telah cukup merona. (tersipu) Jangan kau menggoda,  pun sesungguhnya aku tlah kebal digoda. omong-omong, kursiku memanglah hanya sepasang,  seperti biasanya layaknya sekarang, tetamuku selalu seorang. Tapi orang yang biasa itu tlah mati bulan lalu,  dirobek babi hutan. (terpekur) (mengangguk) Ya, ya... Dipanku memanglah tak empuk karena tak berkasur dan ketahuilah itu tetap membuatku tenang, Tak apa.  Toh, aku masih hidup, bukan? Makanlah, pasti kau lapar, perutmu yang kosong tlah membuat wajahmu luyuh (melihat tajam pada jantan itu, ah...kau mempesona...) Lagi-lagi maaf, makananku hanya ubi rebus dan kadang b...

woof woof, Lorde!

Image
i have happy plans on this weekend, one of them is picnic! breads, peanut jam, candies and flowers will be prepared in the bucket on top of the flanel. sure i will bring Lorde with me, we will running together catching the air,  kissing and cuddling on the grass but, something went wrong  cancer attacked him that rush we cried in the silence Lorde passed away in so much pain ..i have plan on this weekend, wishing Lorde's good life in heaven amen..

Sirene Hari Tua

Image
sebuah sendiriku setangkai lagu kawani bunga kulanjutkan suratmu yang nyatakan suara hati ya, aku sendiri tapi tak apa, toh itu tak tabu ("apakabarmu setelah salju kemarin?   kopi yang kujerang ternyata sia-sia sebab tak akan panas   sekarang saja kacamataku ikut berembun   jika kulepas pasti aku tak bisa menulis   rumah tua ini menjadi belahan hatiku   sebab di dalamnya banyak bekas bekasmu   jaket hujan yang kau gantung di balik pintu masih tetap di situ,   dan sepertinya aku akan mengabadikannnya biar terasa kau seperti ada   oya, surat kepindahanmu sudah kuurus   ingat pak cipto yang dulu pernah jadi loper koran di kompleks rumahku?   nah, beliaulah yang tandatangani berkas berkasmu   yah, terbukti sudah dunia memang berputar   lagu romantis kita masih menjadi sisipan indah dalam rutinitas hidupku     walau piringan hitamku sudah renyah, namun nada yang d...

Rumah Biru

Image
Aku bergidik, lamat-lamat dari balik gunung lolongan itu manyayat sembilu. Ini hari terakhirku disini, di rumah biru di antara lembah ini. Sewindu sudah, namun rasanya hanya sekejap saja. Tak ikhlas aku mengalah dalam pertempuran. Di ujung tahun alat berat akan merubuhkannya rata dengan tanah, untuk dibangun kembali menjadi rumah jompo yang bersahaja. Ah, berat sangat rasanya, hati dan jiwaku terlalu melekat erat pada semua rongga dan celahnya, sungguh sarat makna. Kau salah satunya. Dengan cepat kutarik selimut ungu tutupi rebah, kupaksa kelopak mata menutup rapat, namun lagi-lagi wajahmu yang kudapat. Angin lembah yang kencang menderu menghempas daun-daun pintu, sementara tangan-tanganku mengemas segala yang harus kukemas. Di perapian pembakaran kayu dan ranting kering pasrah meriah, titik-titik air yang terperangkap mendesis di antara api. Seisi rumah menghangat seiring harumnya kayu yang lamat-lamat.  Aku terkulai, kupandangi setumpuk cendana yang tergolek di atas ...

.last minute.

Image
Sssh.. Just listen to me, .. (eyes to eyes) After all this time let me say: i love you even more -and everything's gonna be alright. Jakarta, last minute

Open

Image
I would say my self is an open glass with a half of water inside. I prefer put my self in the empty zone. I let my self seems like no one. Why? Because an open glas with a half of water inside will pouring by a plenty waters. Because by put my self in the empty zone will fulfill with more knowledge. Because by letting my self seems like no one will be more easy to become someone! Jakarta, with confidence.